Sejarah Kain Taiga

Kain Taiga – Kain taiga ini memiliki tekstur yang sangat halus dan lembut. Dalam praktiknya, bahan ini sering dibuat meniru kulit asli. Bahan ini diproduksi secara sintetis menggunakan polivinil klorida (PVC) atau poliuretan (PU).

Polivinil klorida adalah salah satu bahan paling populer di dunia untuk membuat polimer. Jadi kain Taiga benar-benar salah satu bentuk polimer. Bahan ini memiliki sifat kaku dan fleksibel. Karena itu, bahan ini sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan untuk membuat tas.

Selain itu, polivinil klorida adalah polimer pewarnaan yang paling sederhana. Karenanya, polimer ini banyak digunakan sebagai bahan untuk pembuatan tas. Polimer ini menempati urutan ketiga di dunia dalam hal jumlah penggunaan setelah polietilen dan polipropilen.

Polivinil klorida dalam penggunaannya sering digunakan untuk membuat tas atau model Neverfull. Sedangkan poliuretan adalah bentuk polimer monomer yang terdiri dari uretan. Polimer ini termasuk dalam polimer termoseting yang tidak larut bahkan saat dipanaskan.

Poliuretan ini memiliki fitur berongga, itulah sebabnya sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan pakaian. Setelah pembentukan poliuretan, proses berikut akan dilakukan untuk membuat kulit sintetis yang sangat mirip dengan kulit binatang asli.

Kulit poliuretan sintetis dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan tingkat ketebalan. Kulit sintetis dari polimer tebal ini digunakan untuk membuat tas asli, karena tahan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga : Jenis Kain Untuk Gamis Yang Adem

Kain kulit sintetis ini dibuat khusus untuk pecinta hewan yang melarang keras penyiksaan hewan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan membunuh hewan-hewan ini. Dengan solusi ini, pengusaha bursa dapat terus menjual produk mereka tanpa takut menerima demonstrasi.

Bahan Kain Taiga
Bahan Kain Taiga

Awalnya kulit sintetis ini mulai diproduksi pada abad ke-20, sekitar tahun 1940-an. Kemudian, seiring waktu, kulit sintetis menjadi semakin terkenal dan puncaknya mencapai akhir abad kedua puluh.

Awalnya, produksi kulit sintetis hanya digunakan untuk pembuatan tas. Tetapi semakin berkembang untuk melakukan banyak hal. Bahkan berkembang menjadi peralatan, seperti sofa. Tidak hanya sofa, kulit sintetis juga banyak digunakan sebagai desain interior untuk rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *