Masjid Termegah Dan Menarik Untuk Dikunjungi Di Mataram

Islamic Centre Mataram

Sejak tahun 2014, provinsi NTB telah secara aktif mempromosikan pariwisata religius di wilayahnya, termasuk tujuan wisata masjid tua dan bersejarah, situs pengembangan dan pendidikan Islam. Pemerintah setempat juga mempromosikan tujuan wisata ini dengan merangkum semua informasi dalam satu buku. Semua kegiatan terkonsentrasi di Pusat Islam Mataram, yang telah menjadi tengara baru di pusat kota Mataram.

Di wilayah provinsi NTB setidaknya memiliki sejarah panjang akan silsilah dari peradaban Islam.Salah satu tujuan yang sudah dikenal adalah Masjid Bayan Belek kuno, yang telah mempertahankan keasliannya hingga hari ini. Selain masjid lama Bayan Belek, masih ada masjid tradisional komunitas Pujut yang masih mempertahankan keasliannya.

Masjid Termegah Dan Menarik Untuk Dikunjungi Di Mataram

Islamic Centre Mataram telah dibangun sejak kepemimpinan Gubernur M. Zainul Majdi, rencana tersebut direalisasikan pada tahun 2011 dan diresmikan pada 15 Desember 2013. Dengan dana pengembangan anggaran dan dana CSR PT. Newmont. Dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut jalan utama Langko dan jalan Udayana, dibangun begitu megah dengan menggabungkan fitur bangunan tradisional Mataram dan Mataram.

Masjid Agung Al-Mujahidin

Terletak di Kabupaten Selong, ibukota wilayah timur Mataram, di provinsi Nusa Tenggara Barat, Masjid Agung Al-Mujahidin adalah salah satu masjid terbesar di antara ribuan masjid di Pulau Mataram.

Selain terkenal dengan wisata alamnya yang eksotis, Mataram juga dikenal sebagai Masjid Kepulauan Seribu. Setidaknya 5.400 masjid telah terdaftar di pulau antara Jalan Mataram dan Jalan Alas.

Perbandingan serupa, mengingat hampir 90 persen populasi Mataram adalah Muslim.

Masjid itu disebut Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai penghormatan kepada pahlawan perjuangan kemerdekaan yang tewas di rumah pejuang 1945 melawan penjajah Belanda. Rumah itu tepat di depan masjid.

Bangunan masjid terlihat sangat bagus dengan perpaduan warna putih, ungu dan oranye di badan bangunan dan hijau menutupi kubah. Bentuk bangunan yang menggunakan nispoia terbuka di beberapa bagian dan konstruksi tangga di sudut akan menjadi aksen yang bagus untuk seluruh bangunan.

Masjid ini dilengkapi dengan empat menara yang terintegrasi ke dalam bangunan dan menara tinggi di atas kubah utama. Bentuk menara ini sejalan dengan bangunan utama, menggunakan pola relung kosong dengan empat pola berbeda pada bodinya. Tinggi menara 27 meter melambangkan undangan untuk sholat berjamaah, yang memiliki prioritas 27 kali lebih tinggi daripada sholat itu sendiri.

Saat Anda memasuki ruang utama, awalnya terasa ramai karena atap yang keluar dari lantai dua bangunan. Namun, ketika Anda pergi ke depan ruangan itu luas karena langit-langit atap terbuka dengan lantai dua seperti mezzanine. Pola ini memiliki makna filosofis dari perjalanan ke Sang Pencipta yang awalnya penuh perjuangan, tetapi semakin dekat dengan tujuan akan melegakan.

MASJID RAYA NURUL BILAD

Masjid Nurul Bilad merupakan masjid yang dibangun di dekat pintu masuk di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK), Kuta, Kabupaten Mataram Tengah yang mana masjid ini dapat diharapkan menjadi masjid terbesar setelah Pusat Islam Hubbul Wathan di Kota Mataram. Masjid ini dibangun di 2 lantai dengan total luas ± 7.200 m2 dan diharapkan menampung 1.500 jamaah.

Konsep desain mengadopsi konsep bangunan arsitektur Kepulauan Sasak, yang terinspirasi oleh model bangunan Masjid Bayan Beleq tua di Kabupaten Mataram Utara. Meskipun bentuk bangunannya persegi dengan kubah segitiga, Anda tidak melihat kesan kuno dan kuno dari masjid ini. Bagi penggemar fotografi, hampir setiap sudut bangunan masjid dan juga area masjid bisa menjadi tempat foto yang bagus. Semua ornamen bangunan dari lantai ke atap sangat indah untuk dilihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *