Fakta Menarik Masjid Tiban Kota Malang

Masjid Tiban di Kota Malang merupakan salah satu masjid yang cukup terkenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia,masjid ini juga sangat mudah di akses oleh berbagai kendaraan umum,ketika anda dari terminal malang,maka langsung saja anda naik ke bus menuju ke arah Pasar Turen.

Lalu kemudian berhenti di pasar, Anda dapat segera mengganti ojek ke Masjid Tiban Turen. Tidak hanya keluarga, bahkan tidak jarang ada sebagian rombongan dari berbagai macam daerah di Indonesia yang datang untuk wisata religi di Masjid Tiban di Malang.’

Fakta Menarik Masjid Tiban Kota Malang

Ketika masjid atau rumah shalat pertama kali dibangun, masjid itu tidak terbentuk secara permanen. Hingga Hammimuddin akhirnya berhasil membuat bangunan masjid secara permanen dengan tambahan sebuah bangunan berjumlah empat pilar. Hingga saat ini, keempat pilar masih tertanam dalam wujudnya secara nyata, meskipun masjid telah dipugar beberapa kali.

Misteri Masjid Tiban ini masih saja terdengar akan kisah msitis yang mengira bahwa masjid ini di bangun dengan bantuan Jin dan tidak hanya terkenal di Kota Malang saja,bahkan hingga se Nusantara.

Masjid ini di perkirakan menghabiskan Rp. 800 miliar dan dibangun tanpa ada bantuan dari pemerintah setempat.

Kisah Masjid Tiban dibangun oleh tentara Jin di Turen, Malang, dan tiba-tiba menyebar ke masyarakat di sekitarnya, bahkan di luar wilayah Malang. Selain itu, orang-orang yang penasaran berbondong-bondong ke masjid.

Penduduk lokal bahkan menyebut masjid Tibet ini seolah-olah mereka jatuh dari langit atau ‘tiban’. Apalagi banyak juga yang mengatakan bahwa masjid itu dibangun oleh jin, tetapi dalam satu malam.

Secara spesifik Masjid  Tiban Malang ini merupakan sebuah bangunan masjid yang sangat indah, menurut ungkapan dari salah satu pihak Kontraktor Kubah Masjid Enamel menjelaskan bahwa masjid  Tiban Malang ini mempunyai Kubah Masjid Enamel yang cukup kokoh dan sangat megah,pemilihan bahan enamel ini juga sebuah pilihan yang sangat tepat,yang mana bahan enamel ini merupakan bahan yang sangat umum untuk diaplikasikan pada Kubah Masjid dengan berbagai model serta desain yang futuristik.

Hanya saja pikiran yang dimaksud adalah pendonor yang merupakan siswa asrama sekolah.

Saksi Harnum.wijayanti sempat memaparkan kisah sejarah dari masjid Turen Tibet. Sementara itu, jika Anda mengemudi dengan transportasi umum, dari kota Malang langsung ke terminal Arjosari dengan menggunakan tujuan transportasi umum ke terminal Gadang. Di bawah ini adalah cara untuk menuju lokasi masjid dari berbagai kota di Jawa Timur.

Foto dan video yang menunjukkan keindahan Masjid Tiban di Malang, tentu saja, menarik daya tarik dan membuat lebih banyak wisatawan tergoda untuk datang dan berkunjung.

Bangunan Masjid Jami’Malang juga didukung oleh empat pilar utama yang terbuat dari kayu jati asli dan 20 kolom dalam bentuk 4 kolom.

Masjid ini dibangun dengan penebusan dosa penuh dan ketulusan dari para pendiri. Bangunan Masjid Agung Jami Malang dibangun dalam bentuk persegi panjang, dengan struktur baja dan atap dua tajug. Hingga saat ini, bangunan masjid masih sesuai dengan keasliannya, sehingga nilai historis yang dikandungnya tidak hilang.

“Masjid ini terakhir dipulihkan pada 2008,” kata cucu Kiai Thohir, H. Moensif Nachrowi. Keempat pilar Masjid Bungkuk di Singosari masih dipertahankan dan sejauh ini telah diamankan dengan kuat (Pipit Anggraeni / MalangTIMES). Media Online Mainstream Pertama di Malang, menyajikan informasi tentang berita Malang yang membangun, menginspirasi, dan berpikir positif berdasarkan jurnalisme positif. Kisah magis di balik pembuatan Masjid Tibet 10 lantai di Malang juga dipercaya oleh pengunjung yang datang ke tempat ibadah.

Bangunan 10 lantai ini tidak dibangun dalam semalam. Namun, Masjid Tiban di Malang telah dibuat sejak 1978. Kiai, seperti Pastor Romo Kiai Ahmad, sebenarnya mengklaim bahwa masjid itu memang dibangun oleh “jin”.

Tidak terlalu jauh dan juga cukup mudah menemukan lokasi masjid dengan menara tinggi berwarna biru. Setiap sudut Masjid Agung Jami Malang Malang memiliki batas-batas keramat.

Sebagai hasilnya, diyakini bahwa masjid 10 lantai yang indah ini dibangun oleh jin. Ternyata tujuannya, juga dikenal sebagai Masjid Tibet, dibangun oleh tenaga manusia. Ini juga dikonfirmasi oleh beberapa penduduk setempat yang mengaku melihat bahan bangunan memasuki pondok.

Konstruksi tidak dieksekusi secara koheren dari depan ke belakang atau dari bawah ke atas. Kabarnya, sebagai juru kunci pondok pesantren, Kiai Ahmad pertama kali melakukan istikharah untuk mendapatkan ide.

Pemandangan dari lantai paling atas masjid ini di malam hari akan terlihat lebih indah ketika lampu-lampu kota berkedip di sekitar lampu. Sebuah pemandangan yang pastinya akan menjadi magnet untuk terus mengunjungi masjid ini. Saat memasuki Masjid Tiban di Malang, ruang utama memiliki jam yang menjadi pusat perhatian.

Atau, Anda juga dapat naik bus langsung dari Tuban ke Malang – Turen – Dampit. Dari bus ini Anda bisa turun langsung di pasar Turen dan menukar taksi motor untuk memasuki Masjid Tiban.

Tapi yang namanya tamu, tentu saja kita harus menjaga sikap, harus sopan, sopan dan tentu saja berpakaian rapi dan menutupi alat kelamin. Menurut salah satu administrator pondok, Ustadz Iphoeng HS Purwanto, masjid awalnya mulai dibangun dari bawah ke atas.

Di lantai tiga adalah pilar semua bangunan tanah liat. Untuk sampai ke Masjid Tiban, Anda dapat menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Pembangunan masjid itu sendiri dilakukan oleh Bpk. Kyai dan para siswa pondok pesantren. Dana yang digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan masjid berasal dari kemandirian masyarakat sekitar dan donor yang menjadi jamaah di Masjid Tibet.

Pendahulu masjid Tibet, katanya, dimulai dari mushala yang banyak digunakan oleh penduduk setempat. Memang, pemilik mushala, ayah KH Rahmat Bahru Mafdoluddin Sholeh dan istrinya Hajjah Luluk Rifqoh Al Mahbubah berniat menjadikan mushala sebagai pusat ibadah dan pembelajaran.

Jika Anda menggunakan transportasi umum, pertama pergi ke Terminal Arjosari Malang. Setibanya di terminal, naik angkot menuju Terminal Gadang. Ketika Anda tiba di Terminal Gadang, cari bus ke Pasar Turen.

Sampai sekarang, masjid tua yang telah direnovasi masih digunakan untuk ibadah. Ini juga merupakan tujuan wisata religius, karena di belakang masjid juga ada kuburan Kiai Hammimuddin dan keturunannya.

Bahkan, ini secara implisit disampaikan berdasarkan perbedaan ketinggian lantai yang sangat mencolok saat Anda melihatnya. Arsitektur dari Jawa dan Arab, karena kombinasi dari dua karakteristik, bentuk masjid ini memiliki bangunan yang unik. Masjid Jami Malang – Berbagai jenis masjid memiliki keindahan dan pesona tersendiri.

Ketika Anda mengunjungi kota-kota yang berbeda, berbagai bentuk masjid besar (jami) disesuaikan dengan kebiasaan dan budaya kota. Tidak ada biaya untuk memasuki area Masjid Tiban.

Sekarang sekolah asrama Bi Ba’a Fard dapat menampung 350 siswa dan keluarga mereka. Pada waktu itu, misalnya, hanya ada Batu Merah, Batu Merah dipasang dengan adonan dari tanah liat (lumpur atau ledok).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *