Daftar Masjid Yang Penuh Sejarah di DKI Jakarta

Banyak masjid di wilayah DKI Jakarta memiliki nilai sejarah tinggi. Ada perbedaan dari bentuk bangunan ke gaya arsitektur. Orang-orang Muslim yang menawarkan doa atau ibadah lain di masjid-masjid ini dapat merasakan betapa berbedanya mereka dari lokasi lain.

Berikut adalah lima masjid di Wilayah Ibu Kota yang memiliki nilai historisnya sendiri untuk Muslim Indonesia.


Daftar Masjid Yang Penuh Sejarah di DKI Jakarta

1. Masjid Cut Meutia

Masjid ini terletak di Jalan Cut Meutia, Distrik Menteng, Jakarta Pusat. Masjid ini adalah salah satu bangunan peninggalan jaman penjajahan Belanda.

Masjid Cut Meutia memiliki gaya arsitektur yang unik. Masjid itu rupanya digunakan sebagai kantor pos, Badan Kereta Api Belanda dan Biro Kempetai Laut Jepang.

Itu pada tahun 1987 bahwa bangunan Masjid Cut Meutia didedikasikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Great Sunda Kelapa terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Didirikan pada tahun 1970-an, masjid ini penuh dengan nilai sejarah. Arsitek Masjid Sunda Kelapa adalah kepala biara yang menawarkan berbagai gaya arsitektur dan interior.

Tidak seperti kebanyakan Masjid Sunda Kelapa, ia tidak memiliki kubah, gendang, bintang bulan dan berbagai simbol yang biasa ditemukan di sebuah masjid.

Bangunan Masjid Sunda Kelapa juga memiliki menara unik dalam bentuk perahu sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa, tempat para pedagang Islam biasa berdagang dan menyebarkan Islam di masa lalu.

3. Masjid Agung Al Azhar

Masjid Raya Al Azhar terletak di Kompleks Sekolah Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid ini didirikan pada tahun 1958 melalui upaya 14 pemimpin Masyumi untuk memiliki masjid utama di daerah Kebayoran Baru.

Masjid Raya Al Azhar juga ditahbiskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari 18 situs pembangunan bersejarah Jakarta. Selain itu, sejak 19 Agustus 1993, masjid ini dilindungi secara nasional.

4. Masjid Lautze

Masjid Lautze terletak di Jalan Lautze, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ini adalah gaya ibadah yang unik bagi umat Islam karena arsitekturnya yang penuh dengan ornamen budaya Cina.

Masjid Lautze terletak di salah satu daerah Chinatown. Banyak penduduk berdarah Tionghoa tinggal di sini.

Bentuk Masjid Lautze tidak sama dengan yang lain. Masjid ini ada di deretan toko. Selain itu, ia menerima dekorasi dan ornamen khas budaya Cina, sehingga nuansa berbeda dari biasanya.

5. Masjid Al Anshor

Keberadaan rumah ibadah bersejarah Masjid Al Anshor mungkin tidak diketahui sebagian orang. Namun, Masjid Al Anshor, yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, adalah salah satu masjid tertua di DKI Jakarta.

Masjid Al Anshor dibangun pada tahun 1648. Masjid ini adalah sisa dari bangsa Moor di Jakarta.

Sampai sekarang, bangunan masjid sederhana ini masih ada dan terintegrasi dengan rumah-rumah di daerah Tambora.

Masjid di Tin

Di Masjid Timah kehilangan pamor. Dibangun oleh Yayasan Tien Soeharto, masjid ini telah menjadi ikon wisata spiritual di Jakarta Timur.

Tidak salah mengaitkan nama At Tin dengan nama (alm) Ms Hj. Fatimah Siti Hartinah Suharto, juga dikenal sebagai Ny. Tien Suharto, istri mantan Presiden Suharto. Masjid itu memang dibangun oleh keluarga besar Suharto untuk mengenang mantan ibu negara yang meninggal pada tahun 1996.

Namun sebaliknya nama At-Tin sendiri memiliki makna yang dalam. At-Tin adalah huruf ke-95 dalam Quran. Surat, wahyu ke-27 yang diterima nabi Muhammad. itu merujuk pada nama buah, yaitu buah ara. Daun buah ini dikatakan telah digunakan untuk menutupi alat kelamin Adam dan Hawa ketika mereka diturunkan ke bumi untuk mencicipi buah terlarang di surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *